Punya motivasi tetapi sofa terlalu nyaman? Nah, Anda tidak sendirian. Cari tahu siapa motivator Anda dan apa yang menghalangi Anda. Dalam artikel ini, kami akan memberi Anda 10 kiat yang dapat Anda gunakan untuk meningkatkan semangat Anda.
Motivasi kebugaran: Tipe motivasi yang manakah Anda?
Pertama, jogging, lalu bola tangan, dan terakhir gym. Apakah Anda tipe orang yang memulai hobi atau program kebugaran baru dengan antusiasme lalu berhenti setelah beberapa saat? Kalau begitu, mungkin ini ada hubungannya dengan tipe motivasi Anda. Dengan kata lain, apakah Anda berlatih melawan tipe motivasi Anda, bukan melawannya? Motivasi kebugaran secara garis besar dapat dibagi menjadi dua arketipe:
1. Motivator intrinsik
- Motivasi untuk kebugaran dan olahraga datang dari dalam
- Fokusnya adalah pada manfaat olahraga bagi kesehatan, kebugaran, dan kesejahteraan
- Tipe ini membutuhkan sedikit dukungan dari luar
2. Motivator ekstrinsik
- Motivasi untuk kebugaran dan olahraga sebagian besar berasal dari luar.
- Fokusnya adalah pada perbandingan dan persaingan dengan orang lain.
- Tipe ini membutuhkan lebih banyak dukungan dan inspirasi.
Bagi mereka yang termotivasi secara intrinsik, tantangan kebugaran yang mengharuskan mereka berkompetisi dengan orang lain dapat menurunkan motivasi. Namun, bagi mereka yang termotivasi secara ekstrinsik, hal itu hanyalah anjuran dokter. Cari tahu sendiri seberapa besar dukungan yang Anda butuhkan untuk keberhasilan latihan Anda tanpa mencoba mengubah tipe Anda. Meskipun sering dikatakan bahwa motivasi intrinsik adalah tujuan utama olahraga, bahkan atlet yang termotivasi secara intrinsik pun membutuhkan motivasi eksternal dari waktu ke waktu.
Apa yang memotivasi kita untuk aktif?
Teman, kesehatan, penampilan – apa yang sebenarnya memotivasi kita untuk beraktivitas? Bagi anak-anak dan remaja, lingkungan merupakan faktor penentu. Sebuah studi oleh US National Library of Medicine National Institues of Health menyimpulkan bahwa orang tua khususnya memotivasi anak-anaknya dalam hal olahraga di klub. Dalam olahraga luar ruangan dan di kalangan remaja, motivasi itu berasal dari teman-teman mereka.
Bagaimana dengan orang dewasa? Di sini, teman dan lingkungan juga memegang peranan penting. Misalnya, sebuah studi oleh ResearchGate dari tahun 2014 menunjukkan bahwa 71 persen dari 1.013 orang yang disurvei termotivasi untuk berolahraga karena bertemu teman dan 80 persen akan lebih sering berolahraga jika diminta oleh teman. Selain lingkungan, kesehatan umum (86 persen), citra tubuh yang lebih baik (80 persen) dan pengurangan stres (60 persen) merupakan kekuatan pendorong motivasi.
Yang paling menarik: Pria dan wanita tampaknya memiliki motivasi yang berbeda. 22 persen pria mengatakan bahwa membandingkan diri mereka dengan orang lain memotivasi mereka, sementara hanya 12 persen wanita yang mengatakan hal yang sama. Situasinya berbeda dalam hal penampilan, yang memotivasi 64% wanita dan hanya 51% pria.
Kentang sofa dalam diri Anda: 5 alasan mengapa Anda kurang termotivasi
Kurangnya motivasi tidak terjadi begitu saja. Tapi apa penyebabnya?
- Tidak ada tujuan: Apa yang ingin Anda capai dengan olahraga ini? Jika Anda tidak menetapkan tujuan, entah itu lari maraton yang ambisius atau “hanya” mengurangi nyeri punggung, Anda akan cepat kehilangan motivasi
- Stres sehari-hari: Di antara pekerjaan, anak-anak, dan tugas, olahraga tidak selalu mudah dilakukan. Terutama jika tidak ada rutinitas
- Rutinitas yang hilang: Tidak menggosok gigi? Tidak terpikirkan. Hal yang sama juga berlaku untuk olahraga. Namun, jika Anda belum menetapkan rutinitas, bisa saja Anda melewatkan latihan di sana-sini hingga berbulan-bulan berlalu tanpa pergi ke pusat kebugaran
- Perfeksionisme: Mulailah jogging dan lari sejauh 5 mil pada sesi pertama Anda – jika Anda seorang perfeksionis dan memiliki tujuan yang tinggi untuk diri sendiri, Anda mungkin menyerah begitu saja secepat Anda memulainya
- Perspektif tentang olahraga: Olahraga adalah penderitaan – pandangan ini dapat menyebabkan Anda tidak bertahan lama dengan program kebugaran Anda
10 tips untuk membuat Anda tetap termotivasi
Bangun motivasi Anda untuk menaklukkan sifat pemalas dalam diri Anda – 10 kiat berikut dapat membantu Anda mencapai tujuan ini.
1. Temukan olahraga yang tepat
Yoga sebagai pengganti jogging, basket sebagai pengganti latihan HIIT – ada program olahraga atau kebugaran untuk semua orang. Namun, aturan #1: harus menyenangkan. Karena alasan ini, cobalah berbagai jenis kelas olahraga atau kebugaran dan temukan apa yang Anda sukai. Lihat juga apa yang paling cocok untuk tubuh Anda:
2. Tentukan alasannya
Mengapa Anda ingin berlatih atau bermain olahraga? Kedengarannya seperti pertanyaan yang tidak berbahaya, bukan? Meskipun demikian, penting untuk mendefinisikan alasan Anda sehingga Anda dapat menggunakannya lagi dan lagi. Ini sangat membantu saat motivasi Anda sedang rendah. Dengan alasan tersebut, Anda dapat mengingatkan diri sendiri tentang manfaat program olahraga Anda saat ini. Alasan tersebut tidak hanya mencakup tujuan sebenarnya, seperti pengurangan stres atau penurunan berat badan, tetapi juga harus memberi tahu Anda apa yang dapat dicapai oleh tujuan ini, seperti lebih banyak energi di siang hari, lebih sedikit kelelahan setelah seharian bekerja keras, atau akhirnya mampu mengimbangi saat bersepeda bersama keluarga.
3. Tentukan tujuan Anda
Tidak harus selalu olahraga kompetitif dan kompetisi besar. Meskipun demikian, penting untuk menentukan tujuan Anda. Tetaplah realistis dan tetapkan tujuan jangka panjang dengan pencapaian yang lebih kecil di sepanjang jalan.
Yang juga bermanfaat: Beri hadiah kepada diri sendiri setelah mencapai tujuan. Ini bisa berupa pakaian kebugaran baru atau makanan yang lezat dan sehat.
4. Buatlah rencana
Berenang pada hari Senin, HIIT pada hari Rabu, dan latihan bola tangan pada hari Jumat. Buatlah rencana olahraga dan tambahkan variasi pada program Anda. Ini bisa berupa latihan yang berbeda atau olahraga yang sama sekali berbeda. Selain hari olahraga, rencanakan juga hari pemulihan untuk jalan-jalan ringan atau latihan fasia, misalnya.
5. Bangun kebiasaan
Dengan bantuan rencana latihan yang terperinci dan jadwal latihan yang tetap, Anda dapat membangun kebiasaan. Rutinitas dapat memastikan Anda tetap berlatih tanpa selalu membutuhkan banyak motivasi. Memulai selalu menjadi bagian yang paling sulit, karena Anda memerlukan rata-rata 21 hari untuk membangun rutinitas baru.
6. Manfaatkan waktu Anda sebaik-baiknya
Tidak harus selalu berupa sesi latihan keras yang memakan waktu 2 jam atau lebih. Terutama jika Anda memulai program latihan baru, bahkan lima hingga sepuluh menit sehari pun bermanfaat. Dengan cara ini, Anda dapat mulai menghilangkan kebiasaan malas-malasan di rumah dengan lebih cepat dan membangun kebiasaan baru.
7. Dapatkan dukungan dari teman
Terutama jika olahraga tersebut belum menjadi rutinitas, akan sangat membantu jika Anda mendapatkan dukungan dari rekan latihan. Selain teman, ini juga bisa berupa pelatih pribadi atau pelatih daring. Berolahraga dalam kelompok juga dapat meningkatkan motivasi Anda. Terutama jika itu adalah kelompok tetap atau kelompok yang akrab dengan teman-teman.
8. Dokumentasikan kemajuan Anda
Hari ini kita sangat gembira dengan peningkatan kinerja, dan besok hal itu sudah terlupakan. Kita cenderung mengingat kemunduran daripada kemajuan, yang berdampak negatif pada motivasi kita. Akan lebih baik jika kita menyimpan keberhasilan di hati. Pikirkan untuk membuat jurnal.
9. Mengatasi rintangan di sepanjang jalan
Ada banyak hambatan dalam perjalanan menuju tujuan kebugaran Anda. Namun, dengan perencanaan yang tepat, hambatan-hambatan ini dapat diatasi dengan mudah. Berikut ini beberapa contoh klasik hambatan dan apa yang dapat Anda lakukan:
- Waktu yang tidak pernah cukup: Bagilah latihan Anda menjadi beberapa sesi singkat. Yang juga berguna: persiapkan perlengkapan olahraga Anda terlebih dahulu. Jadi, saat tiba waktunya untuk pergi ke pusat kebugaran, Anda tinggal mengambil perlengkapan dan pergi.
- Cuaca Buruk: Jika Anda berolahraga di luar ruangan, pikirkan beberapa alternatif jika terjadi cuaca buruk, seperti latihan bersepeda di dalam ruangan atau lari di treadmill.
- Tidak ada pakaian dan perlengkapan olahraga: Botol air yang diisi sebagai dumbel dan celana olahraga lama yang berlubang – mungkin tidak masalah untuk awalnya, tetapi dalam jangka panjang akan memengaruhi motivasi Anda. Oleh karena itu, kami sarankan untuk berinvestasi pada perlengkapan dan pakaian olahraga yang sesuai. Tampil bagus, bermain bagus – seperti kata pepatah.
10. Gunakan doping motivasi
Baik itu daftar lagu untuk latihan atau smoothie yang sangat lezat setelah berlari – ada beberapa alat yang dapat Anda gunakan untuk membuat perjalanan lebih menyenangkan.
Musik
Buat daftar putar berisi lagu-lagu favorit Anda. Di Spotify, Anda dapat menemukan daftar putar olahraga dalam kategori kebugaran. Ada juga banyak pilihan daftar putar kebugaran di YouTube.
Ucapan
Pilih beberapa frasa motivasi dan simpan di komputer pribadi Anda atau buat wallpaper dengan ucapan di ponsel pintar Anda. Anda dapat menemukan banyak koleksi frasa motivasi di pinterest kami .
Aplikasi dan kompetisi
Orang yang termotivasi secara ekstrinsik dapat termotivasi oleh aplikasi penghitung langkah dan tantangan. Hal ini telah dibuktikan oleh penelitian: Mereka yang berolahraga dengan pelacak kebugaran lebih aktif dan menyelesaikan latihan yang lebih berat.
Kompetisi juga memberikan motivasi ekstrinsik. Jika Anda gemar berlari, carilah maraton kota, lari perusahaan, atau bahkan lari virtual. Anda dapat menggunakan kesempatan ini untuk menetapkan tujuan dan bersaing dengan atlet lain.
Makanan
Terakhir, makanan memegang peranan penting dalam motivasi. Idealnya, makanan Anda harus bergizi dan tentu saja lezat. Jadi, Anda dapat menggunakannya sebagai hadiah kecil yang sehat sebelum atau setelah latihan.